Senin, 17 Juni 2013

Cara membaca buku yang efektif


Cara membaca buku yang efektif
 diambil dan diringkas dari;
Gie, the Liang. 1983. Cara belajar yang efisien. Gadjah Mada University Press. Bulaksumur, Yogyakarta. Cetakan keempat belas

A.    Kebiasaan – kebiasaan baik dalam membaca
Hary Dexter Kitson dalam bukunya how to use your mind dikutip dari The liang Gie menyebutkan reading hygiene (kesehatan membaca) sebagai berikut:
1.      Sewaktu membaca, mahasiswa hendaknya sekali-kali memejamkan matanya atau melihat ke tempat jauh.
2.      Cahaya penerangan hendaknya datang dari belakang
3.      Pada halaman buku tidak terdapat bayangan
4.      Buku dipegang oleh tangan dan tidak terletak mendatar diatas permukaan meja.

The liang gie menambahkan hal hal yang perlu yaitu;
5.      Membacalah dengan penerangan yang cukup, tidak teerlalu gelap atau tidak terlalu terang yang dapat menyilaukan mata.
6.      Jarak membaca buku adalah 25-30
7.      Membacalah di meja belajar
8.      Periharalah kesehatan mata
9.      Lamanya waktu mebaca setiap kali adalah 1-2 jam dan kemudian beristirahat 5-10 menit.

B.     Cara mempelajari buku pelajaran
Teori dari professor Francis P. robinson dalam bukunya Effective study menyebutkan metode Survey Q3R (survey, question, read, recite, dan riview).
Survey (menyelidiki) merupakan tindakan penyelidikan sebelum mulai membaca suatu buku yaitu tidak lebih dari 1 menit. Question (bertanya) adalah pengajuan pertanyaan setelah penyelidikan yang dilakukan sebelumnya. Dengan jalan ini mahasiswa akan mempunyai sikap ingin tahu. Read (membaca) bahan bacaan dan menjawab pertanyaan yang muncul diatas. Recite (mengucapkan kembali) jawaban yang didapat atau materi yang dibaca tanpa melihat buku. Review (pengulangan) adalah melakukan hal yang dilakukan sebelumnya untuk menjaga ingatan terhadap pelajaran tersebut.
Hal sepadan juga diungkapkan oleh Dr. Thomas F. Staton dalam bukunya yang berjudul How to study menyatakan tentang Metode PQRST (preview, question, read, state, and test).
Metode yang lain adalah RTP (Read the Problem) bacalah masalahnya, dipergunakan oleh sebagian pelatih di lingkungan angkatan bersenjata.
Metode terakhir yang dicantumkan dalam buku cara belajar yang efisien karya The Liang Gie ini adalah PERU (preview, enquire, read, and use)
C.    Proses membaca buku
Hal penting dalam membaca buku adalah;
Bacalah judul dan berusahalah untuk menghafalnya, kenalilah gaya tulisan dan sudut pandang pengarangnya, maka pembacaan akan menjadi lebih efektif. Biasanya si pengarang akan memulai kalimat baru dengan garis baru. Ini bisanya berarti bahwa pengarang itu menguraikan suatu pokok pikiran baru.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah ketika mahasiswa ingin berhenti membaca dan meneruskannya pada saat lain, hendaknya ia berhenti pada tempat yang sewajarnya, yaitu pada akhir suatu bab atau suatu paragraph.

D.    Cara menandai buku
Buku itu hanya dapat memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya kalau buku tersebut penuh dengan catatan –catatan yang perlu pada halamannya.  
Menandai suatu buku sewaktu membacanya akan membuat seorang mahasiswa tetap sadar dan mencurahkan perhatian penuh pada buku itu.

E.     Cara menambah kecepatan membaca
Sebelum membahas mengenai cara menambah kecepatan membaca, lebih bermanfaat lagi jika didahului mengenai apa yangmenjadi penyebab lambatnya proses membaca. Jika hal ini diantisipasi atau diatasi maka cara membaca pun akan meningkat, karena sebab dan akibat itu saling berhubungan. Hal-hal tersebut adalah;
1.      Kebiasaan yang bisa memperlambat pembacaan adalah membaca dengan bersuara. Dalam hal ini bibir mahasiswa bergerak-gerak sehingga pandangan matanya harus menunggu gerak tersebut yang memang lambat dan akhirnya tidak bisa membaca cepat. Cara mengatasi/mencegah hal ini yang disarankan oleh The Liang Gie adalah dengan cara mengunyah permen karet.
2.      Membaca dengan jari tangan atau ujung pensil menunjuk kepada setiap kata yang dibaca sehingga pandangan mata harus menanti gerak tangan. Agar tangan berhenti melakukan hala seperti inimaka peganglah jari tangan tersebut dengan salah satu tangan yang bebas atau tangan kiri.
3.      Kebiasaan untuk mundur mengulangi lagi apa yang sudah dibacanya. Hal ini dilakukan karena merasa bahwa da suatu perkataan yang kelewatan tidak terbaca atau kalimat yang sudah dibaca tapi tidak begitu dimengerti.
4.      Membaca kata demi kata sehingga pandangan matanya setiap kali hanya tertuju pada satu perkataan.

F.     Cara membaca buku dalam bahasa asing
Syarat untuk mulai membaca buku bahasa asing adalah penyediaan kamus yang berkaitan dengan bahasa tersebut. Mempelajari daftar isinya dengan teliti. Mencari setiap kata yang belum dimengerti di kamus. Arti kata yang sukar itu sebaiknya diatas perkataan asing yang besangkutan atau di pojok halaman.
Jangan terlalu menghiraukan kata-kata yang tidak dimengerti tapi pahami maksud yang ingin disampaikan.
Dengan terus membaca suatu kalimat demi kalimat tanpa merisaukan arti setiap kata, bab yang dibaca dapat diselesaikan dengan singkat.
Untuk melakukan pengulangan yaitu pembacaan hendaknya dilakukan secara lebih perlahan daripada pembacaan yang pertama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari berkomentar :)